Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020
Laili Maghfiroh,Juli 2020 Biarlah Jadi Pembelajaran Hidup tentang sebuah kesalahan Merajut asa dalam luka Memaksa fakta menabrak asmara Memotong luasnya dunia Memecah tata krama yang tlah terjaga Seakan lamanya terkira Hingga akhirnya Sang Kuasa Memenggal leher dengan sayatan luka Memecah harap yang telah liar adanya Sadarlah langkahmu tak sesuai Sebelum tangis pecah meluluhkan duniamu Sebelum menjadi kenangan yang terberai menyinggung lara Sudahi saja dari awal Agar tak menyesal Karena kau tau langkahmu sudah juntai dari awal Pijakkan kakimu pada tanah Buka matamu pada sinar mulia Memang menyilaukan namun benar adanya Menyakitkan namun harus diterima
Laili Maghfiroh, Juli 2020 Relakan Sudah cukup kedua pasang mata ini melekat Sudah saatnya tanganku kau lepas Sudah seharusnya langkah kita berdampingan Mungkin tak sekarang Dikehidupan setelahnya Saat kita memang ditakdirkan dengan restu Menyakitkan memang Namun kita hidup di raga yang Tuhan berikan Kita merasa dari hati yang Tuhan anugerahkan Kasih sayang kita temurun dari tangan kasih Tuhan Tak ada daya kita tanpa restu Tuhan Menangislah dan merajuk pada Tuhan Walau takkan merubah restu-Nya akan kita Setidaknya Ia tau kita tlah menerima karma Merengkuhlah pada keadaan Genggam fakta dan temukan bahagia yang sepantasnya Aku dan kamu berhak bahagia Meski tak menjadi kata "kita"
Cercah Harapan yang Punah Ciptaan : Laili Maghfiroh Kukira, diam membungkam Kukira, pasrah menengahi Ternyata, bungkamku pada diri hanya diam Ternyata, diamku hanya menekuk lututku tuk terpaksa bersimpuh Pasrah hanya bualan semata Pasrah hanya kudapan yang mengeringkan tenggorokan tanpa suguhan pelepas dahaga Kukira semua kan ada tuk menjadikan levih baik Ternyata tak ada yang terjadi Entah aku melangkah atau diam Seolah, sayu tak lagi ada yang perduli Semua semu Semua buram Karena luka yang mereka teguk Pahit, namun terpaksa mereka hirup Menyeruak dalam angan masing-masing, Tapi mereka tak ada hak untuk keluar Lantai mereka terlalu tipis dan licin Sedang, jurang menanti menelan bulat-bulat ketika lantai mereka retak