Laili Maghfiroh, Juli 2020
Relakan
Sudah saatnya tanganku kau lepas
Sudah seharusnya langkah kita berdampingan
Mungkin tak sekarang
Dikehidupan setelahnya
Saat kita memang ditakdirkan dengan restu
Menyakitkan memang
Namun kita hidup di raga yang Tuhan berikan
Kita merasa dari hati yang Tuhan anugerahkan
Kasih sayang kita temurun dari tangan kasih Tuhan
Tak ada daya kita tanpa restu Tuhan
Menangislah dan merajuk pada Tuhan
Walau takkan merubah restu-Nya akan kita
Setidaknya Ia tau kita tlah menerima karma
Merengkuhlah pada keadaan
Genggam fakta dan temukan bahagia yang sepantasnya
Aku dan kamu berhak bahagia
Meski tak menjadi kata "kita"
Komentar
Posting Komentar