Langsung ke konten utama

Laili Maghfiroh,Juli 2020
Biarlah Jadi Pembelajaran

Hidup tentang sebuah kesalahan
Merajut asa dalam luka
Memaksa fakta menabrak asmara
Memotong luasnya dunia
Memecah tata krama yang tlah terjaga
Seakan lamanya terkira
Hingga akhirnya Sang Kuasa
Memenggal leher dengan sayatan luka
Memecah harap yang telah liar adanya
Sadarlah langkahmu tak sesuai
Sebelum tangis pecah meluluhkan duniamu
Sebelum menjadi kenangan yang terberai menyinggung lara
Sudahi saja dari awal
Agar tak menyesal
Karena kau tau langkahmu sudah juntai dari awal
Pijakkan kakimu pada tanah
Buka matamu pada sinar mulia
Memang menyilaukan namun benar adanya
Menyakitkan namun harus diterima

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL PEMBELAJARAN LUAR SEKOLAH

SEKILAS TENTANG MUSEUM SANGIRAN Apa yang pertama kali kalian pikirkan setelah mendengar kata sangiran? Yak! Pelajaran sejarah. Museum sangiran yang berada di Kalijambe,kabupaten Sragen, Jawa tengah ini memang merupakan salah satu museum Situs waisan Dunia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai museum dengan kleksi fosil terlengkap di ASIA,bahkan dunia. Di museum sangiran, dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti antroplogi, arkeologi, dan sebagainya. Saat aku sudah berada di museum sangiran, aku merasa takjub dengan bangunan yang menyimpan banyak benda berharga dari masa lalu itu. bukan berlian atau sejenisnya, tapi tulang, sisa tumbuhan, dan binatang di jaman purba yang telah membatu atau biasa disebut fosil. museum sangiran dibagi menjadi tiga arena, yaitu sebagai berikut. ·          ➧ Arena pamer pertama adalah “Kekayaan Sangiran/Wealth of Sangiran”. Pada a...

Tugas Bahasa Indonesia (Biografi)

Sepenggal Cerita tentang Toha Toha Makhasin lahir pada tanggal 5 April 1978, tepatnya di Dusun Duwok, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Ia lahir dari pasangan Bapak Sunario dan Ibu Zumaroh. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Toha sama seperti anak pada umumnya, bersekolah di SD di daerahnya. Namun, ia tidak menuntaskan dasarnya. Ia dimasukkan ke pondok pesantren oleh orang tuanya. Namun, lagi-lagi ia pulang karena ia tidak betah berada jauh dari orang tuanya. Toha kecil memang seorang anak yang manja kala itu. Bahkan, ia masih digendong saat perjalanannya dengan orang tuanya menuju pasar. Setelah beranjak dewasa, Toha mulai menjalin hubungan dengan banyak orang di daerahnya. Ia juga kerap mengikuti perkumpulan remaja. Ia menjalin hubungan yang semakin luas. Bahkan, ia sering ikut pawai dan sering pergi dari daerah ke daerah. Toha pandai mengemudikan mobil, sepeda motor, serta mengerti tentang otomotif walau hanya bermodalkan otodidak. Akibatn...