Langsung ke konten utama
Cercah Harapan yang Punah
Ciptaan : Laili Maghfiroh
Kukira, diam membungkam
Kukira, pasrah menengahi
Ternyata, bungkamku pada diri hanya diam
Ternyata, diamku hanya menekuk lututku tuk terpaksa bersimpuh
Pasrah hanya bualan semata
Pasrah hanya kudapan yang mengeringkan tenggorokan tanpa suguhan pelepas dahaga
Kukira semua kan ada tuk menjadikan levih baik
Ternyata tak ada yang terjadi
Entah aku melangkah atau diam
Seolah, sayu tak lagi ada yang perduli
Semua semu
Semua buram
Karena luka yang mereka teguk
Pahit, namun terpaksa mereka hirup
Menyeruak dalam angan masing-masing,
Tapi mereka tak ada hak untuk keluar
Lantai mereka terlalu tipis dan licin
Sedang, jurang menanti menelan bulat-bulat ketika lantai mereka retak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL PEMBELAJARAN LUAR SEKOLAH

SEKILAS TENTANG MUSEUM SANGIRAN Apa yang pertama kali kalian pikirkan setelah mendengar kata sangiran? Yak! Pelajaran sejarah. Museum sangiran yang berada di Kalijambe,kabupaten Sragen, Jawa tengah ini memang merupakan salah satu museum Situs waisan Dunia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai museum dengan kleksi fosil terlengkap di ASIA,bahkan dunia. Di museum sangiran, dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti antroplogi, arkeologi, dan sebagainya. Saat aku sudah berada di museum sangiran, aku merasa takjub dengan bangunan yang menyimpan banyak benda berharga dari masa lalu itu. bukan berlian atau sejenisnya, tapi tulang, sisa tumbuhan, dan binatang di jaman purba yang telah membatu atau biasa disebut fosil. museum sangiran dibagi menjadi tiga arena, yaitu sebagai berikut. ·          ➧ Arena pamer pertama adalah “Kekayaan Sangiran/Wealth of Sangiran”. Pada a...

Tugas Bahasa Indonesia (Biografi)

Sepenggal Cerita tentang Toha Toha Makhasin lahir pada tanggal 5 April 1978, tepatnya di Dusun Duwok, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Ia lahir dari pasangan Bapak Sunario dan Ibu Zumaroh. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Toha sama seperti anak pada umumnya, bersekolah di SD di daerahnya. Namun, ia tidak menuntaskan dasarnya. Ia dimasukkan ke pondok pesantren oleh orang tuanya. Namun, lagi-lagi ia pulang karena ia tidak betah berada jauh dari orang tuanya. Toha kecil memang seorang anak yang manja kala itu. Bahkan, ia masih digendong saat perjalanannya dengan orang tuanya menuju pasar. Setelah beranjak dewasa, Toha mulai menjalin hubungan dengan banyak orang di daerahnya. Ia juga kerap mengikuti perkumpulan remaja. Ia menjalin hubungan yang semakin luas. Bahkan, ia sering ikut pawai dan sering pergi dari daerah ke daerah. Toha pandai mengemudikan mobil, sepeda motor, serta mengerti tentang otomotif walau hanya bermodalkan otodidak. Akibatn...