Langsung ke konten utama

LAPORAN HASIL PEMBELAJARAN LUAR SEKOLAH

SEKILAS TENTANG MUSEUM SANGIRAN


Apa yang pertama kali kalian pikirkan setelah mendengar kata sangiran? Yak! Pelajaran sejarah. Museum sangiran yang berada di Kalijambe,kabupaten Sragen, Jawa tengah ini memang merupakan salah satu museum Situs waisan Dunia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai museum dengan kleksi fosil terlengkap di ASIA,bahkan dunia. Di museum sangiran, dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti antroplogi, arkeologi, dan sebagainya.

Saat aku sudah berada di museum sangiran, aku merasa takjub dengan bangunan yang menyimpan banyak benda berharga dari masa lalu itu. bukan berlian atau sejenisnya, tapi tulang, sisa tumbuhan, dan binatang di jaman purba yang telah membatu atau biasa disebut fosil. museum sangiran dibagi menjadi tiga arena, yaitu sebagai berikut.

·        Arena pamer pertama adalah “Kekayaan Sangiran/Wealth of Sangiran”.

Pada arena display ini, berisi fosil-fosil yang ditemukan di situs Sangiran. Sebagian besar fosil dipajang pada arena ini, baik dalam bentuk diorama maupun foto-foto dan grafis pendukung. Fosil Homo Erectus, alat-alat bantu untuk kehidupan manusia, binatang-binatang purba dapat disaksikan disini. Interior Museum yang nyaman dengan display yang menarik (koleksi pribadi).

·         Arena pamer kedua adalah “Langkah-langkah Kemanusian/Steps of Humanity”.

 Ruang pamer disini berisi dokumentasi visual teori “big bang”, terbentuknya alam semesta, hingga pembabakan zaman dan mahkluk hidup yang tinggal di masa-masa tersebut. Proses sebuah mahkluk hidup ketika menjadi fosil, juga dapat dilihat disini. Proses evolusi manusia juga digambarkan secara lengkap. Teori evolusi menjelaskan bagaimana dan makhluk hidup berubah dari generasi ke generasi. Bahkan, hasil penelitian terbaru hampir selalu mengakibatkan pandangan tentang asal-usul manusia berubah-ubah. Pada tahun 1970an, masih banyak mata rantai yang belum ditemukan dan hubungan kekerabatan manusia dengan kera tampak jauh. Namun, pada tahun 1990an, fosil-fosil yang mengisi mata rantai yang hilang, lebih banyak ditemukan dan ternyata kekerabatan manusia dengan kera tampak semakin dekat. Di ruang pamer ini juga dipaparkan sejarah penelitian manusia purba di Indonesia, sekaligus pakar-pakar yang berperan didalamnya, antara lain GHR von Koenigswald dan Eugene Dubois. Gambaran proses ekskavasi fosil

·         Arena pamer ke-3 atau terakhir berisi Masa Keemasan Homo Erectus yang berkisar 500.000 tahun yang lalu.


 Di ruang ini hanya terdapat 2 diorama besar, yang menggambarkan kehidupan manusia homo erectus di masa keemasannya itu.

  Bisa dibayangkan bukan? Bagaimana serunya ada disana? Makanya kalo liburan jangan cuma nyari seneng, tapi juga nambah pengetahuan. Ok? Berikut beberapa gambar yang saya ambil:






Komentar

  1. Terima kasih. Bagusnya foto disisipkan di samping tiap area yang Anda laporkan. Tulisan pun baikya menggunakan ukuran huruf 14 supaya "cling".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali atas saran Bapak. Insyaallah akan saya perbaiki lagi.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Bahasa Indonesia (Biografi)

Sepenggal Cerita tentang Toha Toha Makhasin lahir pada tanggal 5 April 1978, tepatnya di Dusun Duwok, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Ia lahir dari pasangan Bapak Sunario dan Ibu Zumaroh. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Toha sama seperti anak pada umumnya, bersekolah di SD di daerahnya. Namun, ia tidak menuntaskan dasarnya. Ia dimasukkan ke pondok pesantren oleh orang tuanya. Namun, lagi-lagi ia pulang karena ia tidak betah berada jauh dari orang tuanya. Toha kecil memang seorang anak yang manja kala itu. Bahkan, ia masih digendong saat perjalanannya dengan orang tuanya menuju pasar. Setelah beranjak dewasa, Toha mulai menjalin hubungan dengan banyak orang di daerahnya. Ia juga kerap mengikuti perkumpulan remaja. Ia menjalin hubungan yang semakin luas. Bahkan, ia sering ikut pawai dan sering pergi dari daerah ke daerah. Toha pandai mengemudikan mobil, sepeda motor, serta mengerti tentang otomotif walau hanya bermodalkan otodidak. Akibatn...